Jumat, 07 Agustus 2015

Room 1



“Secrets”

          Namanya Ryo, Saichi Ryo. Hidup dengan damai di sebuah desa bernama Sawahara. Namun sekarang ia sekolah di SMA Yagura jauh dari desanya.Ia merasa bahagia karena lagi-lagi masuk di sekolah yang sama dengan wanita yang disukainya, Kirei Akina. Mereka sama-sama kelas satu namun berada di ruang kelas yang berbeda. Sejak TK jarang sekali berangkat maupun pulang bersama walaupun rumah mereka hanya tersekat oleh empat bangunan.
Tapi baru-baru ini Akina mengajak Ryo pulang bersama. Selama ini Ryo belum pernah menerima tawaran Akina untuk pulang bersama, tentu saja ini adalah hal baru bagi Ryo.
“Setelah pulang sekolah kamu ada acara tidak? Tolong temani aku pulang.” Akina memohon dengan suara yang manja dan wajah memelas.
‘Wah, aku takut grogi naik kereta bersama Akina, bagaimana ini?’ Ryo bergumam dalam pikirannya.
“B-b-baik lah Akina, nanti aku tunggu di gerbang sekolah.”
Tidak lama kemudian, bel masuk istirahat kedua pun berbunyi.
“Okee, terimakasih Ryo, nanti tunggu aku ya.” Akina tersenyum sambil berlari ke ruang kelasnya yang ada di ujung lorong.
‘meskipun dia tomboi, tapi terkadang dia manis juga, wkwkwk.’ Ryo kembali bergumam sambil tersenyum-senyum.

Sambil memainkan PSP nya, Ryo menunggu Akina di gerbang sekolah. Seperti biasa, dia memainkan game RPG nya dengan serius. Tiba-tiba Maki, teman sekelasnya menghampirinya.
“Oii Ryo, hari ini kelas kita main futsal, ikut yuk?” Maki mengajak.
“Aduh maaf Maki, sepertinya aku tidak bisa.” Ryo menjawab sambil serius bermain.
“Hah, kenapa? Ah iya, tidak biasanya kamu di gerbang seperti ini, sedang menunggu siapa?”
“Ahaha, siapa ya…. Anak tetangga, mungkin” Kemudian Akina muncul dengan menggunakan bando hitam di kepalanya dan gelang ikat rambut di tangannya. Ryo pun berhenti bermain PSP dan mulai memandang Akina.
“Hmm” Dengan setengah langkah cepat, Maki mendekati Ryo dan berbisik
“Ini yang kau maksud anak tetangga, akhirnya temanku menemukan impiannya. Tapi kau keterlaluan, dia itu impian semua anak lelaki di sekolah kita, kau tahu?”
“Baiklah, saatnya kau mengatakan selamat tinggal jomblo, hahaha” Tambahnya sambil melambaikan tangan ke Ryo dan berjalan menuju gerombolan teman-temannya.
“Eeeh, bukan begitu Maki…” Jawab Ryo depresi.
“Hmm, tunggu apa lagi ayo pulang” Akina menyahut Ryo.
“He’eh” Jawab Ryo sambil memasukkan PSP nya kedalam saku.
Ryo dan Akina berjalan menuju stasiun Yagura yang dekat dari sekolah-nya dan berniat menaiki kereta menuju Sawahara. Namun selama berjalan menuju stasiun, Ryo khawatir akan sesuatu. Selain karena Akina yang diam dan wajahnya kelihatan cemas, Ryo juga khawatir dengan sesuatu yang seperti mengikutinya. Dia hanya merasakan, tapi mungkin itu hanya perasaannya saja.
‘hmmm, bisa berduaan dengan Akina seperti ini, rasanya seperti melayang ke awan’ Ryo bergumam dalam pikirannya.
‘tapi aku merasakan ada yang aneh, apa ya?’ sambung Ryo.
“Hey Akina, biasanya kamu pulang bersama Arika, jarang sekali?” Ryo bertanya.
“Yaa, aku cuma ingin berduaan denganmu, haha bercanda. Sebenarnya ada hal penting yang harus aku ceritakan sekarang.” Jawab Akina cemas.
“Humm, Apakah.. kamu lapar?”
“Bodoh, aku tidak perlu menceritakannya kalau aku lapar.. memalukan.. Hmmh” Akina kesal sambil memalingkan mukanya.

Akina yang sudah merasa gatal ingin sekali menceritakan sebuah rahasia yang sangat penting dan harus diketahui oleh Ryo tentang kemampuan Dream Driver yang dicemaskannya.
“Ryo, kau tau Dream Driver??”
“Hah??” Diatas kepala Ryo tiba-tiba keluar awan dan membayangkan sesuatu tentang mengendarai motor di dalam mimpi yang indah bersama Akina.
“Bodoh bodoh bodoh bodoh..” Yah yang jelas Akina berhenti berjalan dan menghapus awan khayalan itu.
“Iya aku tahu, aku tidak bodoh dalam bahasa inggris.. Mengendarai mimpi kan?”
“Bukan.. Salah.. Menjelajahi mimpi.. Itu yang benar..”
“Yah sama saja itu”
“Tidak-tidak, itu tidak penting. Masalahnya Sekarang kita sedang diikuti oleh beberapa orang pengguna Dream Driver. Kau tahu alasannya?”
‘Oh, berarti benar ada yang sedang mengikuti kita berdua’ Ryo bergumam sambil menengok gedung bioskop yang ada di sebelah kirinya.
“Loh, memang ada apa?? Aku tidak tahu..” Jawab Ryo yang khawatir sambil berjalan menaiki anak tangga pertama jembatan penyeberangan.
“Ya, karena kau salah satu orang yang memiliki key room itu kan? Ancient key room.”
“Ancient key… apa? Aku tidak tahu.” Ryo semakin kebingungan.
“Aduh benar-benar, apakah dulu ayahmu belum pernah bercerita tentang ini? Ibumu?”
“Ayahku terbunuh saat aku berumur 4 tahun ‘kan. Kau sudah tau itu. Hanya kalung ini dan lukisan yang ada di dinding gudang yang bercerita bisu tentang semuanya” Jawab Ryo memasang muka sedih sambil memegang kalungnya.
Di tengah-tengah jembatan, Akina berhenti berjalan, Memandang Ryo dan memegang pundaknya dengan kedua tangannya sambil menjelaskan.
“huft, baiklah. Besok umurmu genap 16 tahun dimana kemampuan Dream Driver-mu bangkit. Semua orang memperebutkan kalung Ancient key room yang juga aktif pada saat kemampuanmu bangkit. Kau harus menjaganya Ryo, karena itu adalah peninggalan ayahmu dan salah satu rahasia terbesar untuk mengaktifkan teknologi maju yang dapat menghubungkan dimensi manusia dengan dewa. Jika orang yang salah mempergunakannya, dunia masuk diambang kehancuran.”
“Ini maksudmu?” Ryo menundukkan wajahnya memandang kalung yang di pegangnya sambil bertanya kepada Akina, namun ketika masih ditengah-tengah jembatan penyeberangan tiba-tiba ada anak panah yang hampir menusuk punggung Ryo.
“SWUUNGG” Akina langsung memeluk Ryo dan menjatuhkan diri bersamanya menghindari anak panah tersebut “BRUKK”
“Sudah dimulai.” Akina langsung memegang tangan Ryo dan berlari membawa Ryo menuruni tangga penyeberangan menjauhi gedung bioskop dan menghindari serangan-serangan musuh “TAP TAP TAP TAP TAP”.
‘Panah itu, berasal dari atas gedung bioskop. Aku harus bersembunyi di celah-celah bangunan itu’ Akina berpikir sambil berlari membawa Ryo masuk ke jalanan sempit menuju staasiun.

Sementara itu, Seorang wanita dan partner kerjanya yang merupakan pelaku pemanah tadi saling berbicara diatas gedung bioskop.
“tcih, jadi memang dia yang kau incar ya Akina. Tapi Auranya belum matang, kira-kira kemampuan apa yang dimiliki bocah itu ya, Maru?” Seseorang wanita dari atas gedung berbicara sambil memakan permen lollipop.
Pemanah yang ada diatas gedung bioskop menjawab pertanyaan wanita tadi sambil menyimpan busur panah yang barusan digunakan. “hohoho, panahku meleset. Aku tidak bisa menebak, Reiko. Pastinya sesuatu yang sangat penting karena Akina adalah reinkarnasi dari putri kerajaan Mal..”
“Yayaya, aku tahu itu. Ini hanya peringatan. Kita tunggu sampai aura anak itu matang.” Wanita tadi memotong jawaban Maru dan mengambil HP dari sakunya menelepon seseorang.
“Halo Mako, berhenti membuntuti mereka, ayo kita ke tempat pertemuan itu sekarang.” Sambung Reiko menelepon temannya.
“Baiklah, aku menyusul” Mako berhenti berjalan tepat sebelum naik jembatan penyeberangan di depan gedung bioskop, lalu meluruskan topinya.

Setelah menghindari 3 tembakan anak panah, akhirnya Ryo dan Akina berhasil melewati ruang terbuka dan menerobos masuk ke jalan sempit di celah-celah bangunan yang ada 50 meter menuju stasiun.
“uhuk uhuk” Ryo ngos-ngosan dan kelelahan
“yosh, mereka tidak mungkin menuruni 6 lantai gedung bioskop itu kan. Kita sudah aman, mungkin.” Akina berkata sambil melepaskan tangan Ryo.
“itu tadi, benar-benar anak panah? Aku hampir mati..” tanya Ryo sambil memasang muka ketakutan.
“memang anak panah, tapi itu bukan anak panah biasa. Itu berasal dari kemampuan penciptaan pengguna Dream Driver. Panah itu tidak akan melukai ragamu, tapi jiwamu akan melemah jika terkena panah itu bahkan jiwamu bisa tertidur lama.” Akina menjelaskan sambil duduk di kumpulan kotak kayu yang ada di pinggiran jalan sempit itu.
‘Hidupku yang damai sebentar lagi akan usai, huft’ Ryo berkata dalam pikirannya.
“Baiklah, sekarang tolong jelaskan padaku Akina, Sebenarnya ada apa denganku, siapa dirimu? Sepertinya kau tahu sesuatu, tidak, kau tahu semuanya.” Sambung Ryo bertanya lalu duduk di bawah, disamping tempat duduk Akina.
 “huft, tentu saja aku tidak bisa menjelaskan semuanya sekarang. Yang pasti simpan baik-baik kalung pemberian ayahmu yang berbentuk segitiga itu. Nanti akan aku kenalkan dengan orang yang tahu juga tentang semua ini.” Akina sedikit menjelaskan.
“oh ya, tentang Ancient key room. Kalungmu itu adalah kunci untuk masuk ke dalam dimensi mimpi kuno. Ada 10 dimensi mimpi kuno. Salah satunya adalah milikmu, merupakan kunci untuk masuk ke kerajaan Malkuth.” Tambahnya.
“ooh, bukankah mimpi itu hanya bunga tidur?? Kau tidak akan bisa berbuat apa apa dengan mimpi. Itu hanya khayalan kan?”
“Tidak, bukan seperti itu.. Ada kemampuan manusia ketika masuk ke alam mimpi. Pertama mereka yang hanya menikmati mimpi biasa. Kedua mereka yang dapat mengendalikan mimpi mereka sendiri. Ketiga adalah mereka yang dapat masuk kedalam dimensi mimpi yang merupakan dimensi ciptaan. Dan yang keempat adalah kemampuan yang memungkinkan untuk menciptakan ruang dan waktu yang disebut Dream Room. Tentu saja Ancient Dream Room adalah dimensi kuno ciptaan raja-raja terdahulu.
‘Sebenarnya ada level 5, tapi kau pun tidak akan mengerti kalau aku jelaskan sekarang’ Akina berkata dalam pikirannya
“ooh, begitu rupanya. Jadi kita bisa menciptakan apa saja didalam Dream Room, begitukah?”
“ya, betul sekali.”
‘hehehe, dahsyat sekali kemampuan Dream Driver. aku bisa menciptakan boneka wanita imut didalam room itu’ Ryo berkhayal mesum.
“idih, jorok pikirannya.. ” Akina yang tahu gelagat pikiran Ryo langsung berjalan meninggalkan Ryo menuju stasiun.
“oi, tunggu aku Akina..” Mereka berjalan menyusuri jalan sempit itu sampai di ujung lalu menyeberang jalan dan langsung masuk ke stasiun Yagura.
# # #
Sementara itu, di sebuah villa yang ada di bukit belakang kota, terdapat sebuah pertemuan penting sebuah organisasi rahasia ((Dream Stealer)).
“Sudah lah bos, tidak usah menunggu tim yang hobinya telat itu..”
“hey hey yo, benar bos kita mulai saja dengan orang yang ada yoo..”
“huhuhu, aku lapar…..”
Seluruh orang dalam pertemuan tersebut mengeluhkan kelompok ((Saru no Ichidan)) yang sampai saat ini belum menghadiri pertemuan tersebut. Dengan kepala dingin, bos kelompok organisasi rahasia itu hanya berkata “kalian diam dan tunggu saja”. Lalu dia mengambil satu batang rokok dan menyalakannya dengan korek gas didepan 27 orang anggota kelompok yang sedang duduk bersila berhadap-hadapan disepanjang dia memandang lurus kedepan. Bos itu hanya diam menghembuskan nikmatnya asap rokok dan sesekali menengok ke sebelah kiri memandang pemandangan dibalik jendela yang besar itu. Ya, sebuah pemandangan kota dengan banyak gedung dan pepohonan yang rindang, itulah kota Yagura.
“sshhhh, fiiuuuuuh. Bangunlah Madame. Sebentar lagi kita akan mulai rapatnya.” Dengan suara yang besar, bos itu berkata sambil mematikan sisa puntung rokoknya di asbak.
“hooooaaaam..”
“huuuh, padahal aku sedang bermain kucing-kucingan dengan pangeranku tadi... Pasti dia sekarang sedang mencari-cari aku..” Gadis kecil ini terbangun dan baru keluar dari sebuah room dream.
“Aku peringatkan, kau jangan terlalu sering mengunjungi room orang yang belum pernah kau temui. Dengan kekuatan melihat masa depan itu, kau ini orang yang paling dicari, kau tahu !!” Bos itu menceramahi gadis yang ada di sebelah kanannya.
“Aku tidak mau organisasi ini hancur hanya karena kebodohanmu itu..” Sambung bos itu berkata kepada gadis kecil yang juga adiknya itu.
“iya... maaf...” Madame berkata sambil memasang muka cemberut.
“Sudah lah bos, itu orang yang kita tunggu-tunggu sudah datang” Kata seorang tangan kanan bos yang duduk disamping kiri bos. Dia mengambil beberapa dokumen dan menaruhnya di atas meja kecil yang ada didepan bosnya.
Sementara itu, di depan pintu villa, sudah hadir 3 anggota Saru no Ichidan, Reiko, Maru dan Maki.
“tcih, orang-orang ini terlalu bersemangat sekali..” Reiko ingin memasuki ruangan villa melalui pintu besar yang dijaga oleh dua orang pria berkepala botak memakai jas hitam sambil memberikan identitasnya.
“Hei Mako, mau sampai kapan kau bersembunyi dibalik pohon itu.. Tempatnya sudah benar disini, ayo masuk” Sambung Reiko memasukkan kartu identitasnya dan membuka bungkus permen lollipop lalu memakannya.
“Baiklah, ternyata memang benar aman. Bos ada didalam.. oke..” Setelah meneropong melihat dalam gedung, Mako keluar dari pepohonan dan meluruskan topinya.
“Hoo, mereka sudah didepan pintu kakak”
“Yoo, Saru no Ichidan hadir!!.. maaf telat, tadi ada sedikit urusan” Reiko menyapa semua orang yang ada didalam villa. Lalu mereka bertiga memasuki villa melewati dua penjaga pintu berbadan kekar yang memakai jas hitam namun berkepala botak.
“Helleh, alasannya banyak, dasar tukang telat..”
“Heyy yoo, satu jam kita menunggu yoo..”
“Lapar…………………”
Beberapa anggota ((Dream Stealer)) berkeluh kesah dan Reiko hanya membalas “tcih” lalu ia melihat kembali ke belakang untuk memastikan kedua partnernya sudah masuk. Benar saja, mereka masih berada di depan pintu karena Kartu identitasnya tertinggal di tas Reiko.
“Dasar monyet bodoh.. (Saru = Monyet)” Reiko lalu mengambil kedua ID card temannya dari tas hitam ditangan kirinya dan memegangnya sambil berkata “Telephort”. Tiba-tiba kedua temannya sudah memegang ID card-nya masing-masing. Mungkin ini salah satu kekuatan Dream Driver yang hanya diketahui oleh organisasi rahasia tersebut. Memang kemampuan Dream Driver memungkinkan seseorang memiliki kekuatan spiritual khusus yang spesial dan berbeda-beda setiap orangnya.
“hmmmh, oke, ini aman.. Terimakasih partner..”  Mako dengan hati-hatinya menunjukkan ID Card-nya ke penjaga pintu. Lalu Mako dan Maru masuk, namun ketika sudah melewati Reiko, Reiko terlihat aneh. Dia ternganga seperti gembira dan meneteskan air mata masih memandangi pintu.
“waaaah, wonderfull… unique, eksotik.. Lolipop indah dan itu.. colourless..” Pemikiran aneh Reiko muncul, seorang pecinta lollipop yang membangga-banggakan kepala botak si penjaga pintu yang kinclong terpantul sinar matahari.
“HUH!!” Tiba tiba kedua penjaga pintu menengok ke belakang kearah Reiko dengan muka sangar dan terkesan memprotes.
“Dasar maniak lebay, cepatlah Reikoo.. Ayo kita cepat selesaikan rapat ini, aku sudah lapar dari tadi..”  salah satu anggota wanita ((usagi no ichidan)) mengeluhkan tingkah laku Reiko.
Reiko pun langsung berbalik dan melangkah menuju tempat duduknya yang ada di dekat Madame De Marseille  sambil mengusap air mata kebahagiaannya. Sementara itu, tangan kanan bos yang duduk di sebelah kiri bos membisikkan sesuatu tentang informasi kemunculan “The Legendary Swordsman” yang membahayakan eksistensi pengguna Dream Driver. Sang bos pun kaget. Matanya melotot penuh dengan kemarahan, dia geram.
“Baiklah, sebenarnya bahasan hari ini adalah tentang proyek besar kita untuk menaklukkan 10 ancient Dream Room” Bos ini mengutarakan agenda rapatnya dengan serius. Terlihat kedua siku-nya berpangku di atas meja. Di depan mukanya, kedua tangannya saling mengepal, dia berpikir keras.
“Sampai saat ini, organisasi ini telah mengantongi banyak key room penting dan tentunya 4 Key ADR (Ancient Dream Room) yang lebih penting. Chesed, Gevurah, Hod dan Yesod.  Kabarnya Reiko sedang mengincar key Malkuth, benar kan Reiko?” Sambung bos itu menanyai Reiko.
“Yup” Jawab Reiko.
“Bos, bukankah sudah cukup dengan banyak room penting seperti deep room, resort room, play room. Itu semua sudah cukup untuk membuat kita sejahtera menjalankan bisnis kita” Salah satu anggota Dream Stealer bertanya.
“Iya bos betul, untuk apa kita mencuri kunci-kunci room yang sulit untuk didapatkan itu?” Sambung anggota yang lain.
“………….” Bos terdiam sejenak.
“Kalian tahu? kalian itu bodoh.” Jawab bos itu dengan nada datar.
“Dengan uang kalian merasa bisa mendapatkan segalanya, hah? APAKAH DENGAN UANG KALIAN BISA MENGHIDUPKAN ORANG MATI??”
“Memang benar bisnis kalian lancar, kalian bisa makan enak, berlibur kemanapun yang kalian suka. Lalu setelah itu semua berakhir, kalian mati meninggalkan teman-teman kalian, keluarga kalian, semua orang yang kalian cintai. Dan perasaan itu hanya tertinggal dalam jiwa kalian yang menangis, begitu??”
“BRRUAAKK” Suara gebrakkan meja membuat seluruh anggota terdiam sejenak.
“THAT’S FOOL……”
“Katakanlah yang kau cari adalah kebahagiaan yang abadi. Ya, KEABADIAN!!”
“Dibalik 10 ADR itu adalah KEABADIAN. Rahasia besar dibalik penciptaan besar sang dewa, yang menciptakan bumi dan langit juga jiwa yang ada di tubuh kita ini.”
“hah, benarkah itu?? Benarkah seperti itu?” beberapa anggota saling berbisik terkesan seperti kaget mendengar informasi ini.
“HAHAHAHA… dan sekarang… mulai saat ini … rahasia keabadian itu akan terungkap!!”
# # #
Lalu, disebuah kerajaan dalam salah satu ADR (Ancient Dream Room) telah mensinyalir tanda-tanda munculnya “The Legendary Swordsman”.
“Ayaaah.. ayah.. tadi aku lihat ((Judgement Eye)) yang ada dilangit bergerak-gerak.” Seorang gadis anak seorang raja berlari ke ruangan ayahnya dan menceritakan keadaan “Judgement Eye” kepada ayahnya. Ia juga merupakan salah satu dari tiga peramal yang dimiliki kerajaan tersebut.
“Judgement Eye, ia akan melenyapkan keadaan abnormal didalam ADR dengan mengeluarkan cahaya yang destruktif dari bola matanya. Tetapi jika matanya bergerak-gerak tandanya ia gelisah. Ini pertanda bahwa dewa juga sedang gelisah.” Seorang raja menjelaskannya sambil berdiri memandang lukisan-lukisan kuno yang ada diruangannya.
“Itu mengerikan sekali, matanya seperti mau keluar..” gadis tadi merinding ketakutan.
“Ya, ini pertanda kemunculan “The Legendary Swordsman” yang selama ini dimusuhi oleh seluruh pengguna Dream Driver. Dahulu sekali pernah ada seorang pahlawan yang menyelamatkan kerajaan ini dari serangan monster tersebut. “Jugdement Eye” pun tidak sanggup melenyapkannya. Entah bagaimana caranya ia membuat monster itu lenyap dan menghilang.”
Sang Raja menceritakan semua tentang The Legendary Swordsman dan pahlawan yang menyelamatkan kerajaannya. Pahlawan tersebut adalah sang petualang yang mampir ke kerajaan tersebut dengan masuk melalui dungeon room. Itu artinya ia telah menaklukkan dungeon yang ada di room sebelumnya yang menuntunnya masuk ke kerajaan ini. Namun raja tersebut belum tahu mengenai penaklukkan ADR dan rahasia dibalik semua ADR tersebut, karena dungeon room adalah tempat yang dilarang dimasuki oleh siapapun di kerajaan tersebut.
Sambil melihat lukisan bangunan kuno yang bertuliskan kode-kode aneh, raja tersebut berkata dalam pikirannya. ‘Hmm, sudah seberapa besar kau tumbuh disana, anakku?’

Tidak ada komentar:

Posting Komentar