“Secrets”
Namanya
Ryo, Saichi Ryo. Hidup dengan damai di sebuah desa bernama Sawahara. Namun
sekarang ia sekolah di SMA Yagura jauh dari desanya.Ia merasa bahagia karena
lagi-lagi masuk di sekolah yang sama dengan wanita yang disukainya, Kirei
Akina. Mereka sama-sama kelas satu namun berada di ruang kelas yang berbeda.
Sejak TK jarang sekali berangkat maupun pulang bersama walaupun rumah mereka
hanya tersekat oleh empat bangunan.
Tapi baru-baru ini Akina mengajak Ryo pulang bersama. Selama ini Ryo belum pernah menerima tawaran Akina untuk pulang bersama, tentu saja ini adalah hal baru bagi Ryo.
Tapi baru-baru ini Akina mengajak Ryo pulang bersama. Selama ini Ryo belum pernah menerima tawaran Akina untuk pulang bersama, tentu saja ini adalah hal baru bagi Ryo.
“Setelah pulang sekolah kamu ada
acara tidak? Tolong temani aku pulang.” Akina memohon dengan suara yang manja
dan wajah memelas.
‘Wah, aku takut grogi naik kereta
bersama Akina, bagaimana ini?’ Ryo bergumam dalam pikirannya.
“B-b-baik lah Akina, nanti aku
tunggu di gerbang sekolah.”
Tidak lama kemudian, bel masuk
istirahat kedua pun berbunyi.
“Okee, terimakasih Ryo, nanti
tunggu aku ya.” Akina tersenyum sambil berlari ke ruang kelasnya yang ada di
ujung lorong.
‘meskipun dia tomboi, tapi
terkadang dia manis juga, wkwkwk.’ Ryo kembali bergumam sambil tersenyum-senyum.
Sambil memainkan PSP nya, Ryo
menunggu Akina di gerbang sekolah. Seperti biasa, dia memainkan game RPG nya
dengan serius. Tiba-tiba Maki, teman sekelasnya menghampirinya.
“Oii Ryo, hari ini kelas kita
main futsal, ikut yuk?” Maki mengajak.
“Aduh maaf Maki, sepertinya aku
tidak bisa.” Ryo menjawab sambil serius bermain.
“Hah, kenapa? Ah iya, tidak
biasanya kamu di gerbang seperti ini, sedang menunggu siapa?”
“Ahaha, siapa ya…. Anak tetangga,
mungkin” Kemudian Akina muncul dengan menggunakan bando hitam di kepalanya dan
gelang ikat rambut di tangannya. Ryo pun berhenti bermain PSP dan mulai
memandang Akina.

“Hmm” Dengan setengah langkah
cepat, Maki mendekati Ryo dan berbisik
“Ini yang kau maksud anak
tetangga, akhirnya temanku menemukan impiannya. Tapi kau keterlaluan, dia itu
impian semua anak lelaki di sekolah kita, kau tahu?”
“Baiklah, saatnya kau mengatakan
selamat tinggal jomblo, hahaha” Tambahnya sambil melambaikan tangan ke Ryo dan
berjalan menuju gerombolan teman-temannya.
“Eeeh, bukan begitu Maki…” Jawab
Ryo depresi.
“Hmm, tunggu apa lagi ayo pulang”
Akina menyahut Ryo.
“He’eh” Jawab Ryo sambil
memasukkan PSP nya kedalam saku.
Ryo dan Akina berjalan menuju
stasiun Yagura yang dekat dari sekolah-nya dan berniat menaiki kereta menuju
Sawahara. Namun selama berjalan menuju stasiun, Ryo khawatir akan sesuatu.
Selain karena Akina yang diam dan wajahnya kelihatan cemas, Ryo juga khawatir
dengan sesuatu yang seperti mengikutinya. Dia hanya merasakan, tapi mungkin itu
hanya perasaannya saja.
‘hmmm, bisa berduaan dengan Akina
seperti ini, rasanya seperti melayang ke awan’ Ryo bergumam dalam pikirannya.
‘tapi aku merasakan ada yang
aneh, apa ya?’ sambung Ryo.
“Hey Akina, biasanya kamu pulang
bersama Arika, jarang sekali?” Ryo bertanya.
“Yaa, aku cuma ingin berduaan
denganmu, haha bercanda. Sebenarnya ada hal penting yang harus aku ceritakan
sekarang.” Jawab Akina cemas.
“Humm, Apakah.. kamu lapar?”
“Bodoh, aku tidak perlu menceritakannya
kalau aku lapar.. memalukan.. Hmmh” Akina kesal sambil memalingkan mukanya.
Akina yang sudah merasa gatal
ingin sekali menceritakan sebuah rahasia yang sangat penting dan harus
diketahui oleh Ryo tentang kemampuan Dream Driver yang dicemaskannya.
“Ryo, kau tau Dream Driver??”
“Hah??” Diatas kepala Ryo
tiba-tiba keluar awan dan membayangkan sesuatu tentang mengendarai motor di
dalam mimpi yang indah bersama Akina.
“Bodoh bodoh bodoh bodoh..” Yah
yang jelas Akina berhenti berjalan dan menghapus awan khayalan itu.
“Iya aku tahu, aku tidak bodoh
dalam bahasa inggris.. Mengendarai mimpi kan?”
“Bukan.. Salah.. Menjelajahi
mimpi.. Itu yang benar..”
“Yah sama saja itu”
“Tidak-tidak, itu tidak penting.
Masalahnya Sekarang kita sedang diikuti oleh beberapa orang pengguna Dream
Driver. Kau tahu alasannya?”
‘Oh, berarti benar ada yang
sedang mengikuti kita berdua’ Ryo bergumam sambil menengok gedung bioskop yang
ada di sebelah kirinya.
“Loh, memang ada apa?? Aku tidak
tahu..” Jawab Ryo yang khawatir sambil berjalan menaiki anak tangga pertama jembatan
penyeberangan.
“Ya, karena kau salah satu orang
yang memiliki key room itu kan? Ancient key room.”
“Ancient key… apa? Aku tidak
tahu.” Ryo semakin kebingungan.
“Aduh benar-benar, apakah dulu
ayahmu belum pernah bercerita tentang ini? Ibumu?”
“Ayahku terbunuh saat aku berumur
4 tahun ‘kan. Kau sudah tau itu. Hanya kalung ini dan lukisan yang ada di
dinding gudang yang bercerita bisu tentang semuanya” Jawab Ryo memasang muka
sedih sambil memegang kalungnya.
Di tengah-tengah jembatan, Akina
berhenti berjalan, Memandang Ryo dan memegang pundaknya dengan kedua tangannya sambil
menjelaskan.
“huft, baiklah. Besok umurmu
genap 16 tahun dimana kemampuan Dream Driver-mu bangkit. Semua orang
memperebutkan kalung Ancient key room yang juga aktif pada saat kemampuanmu
bangkit. Kau harus menjaganya Ryo, karena itu adalah peninggalan ayahmu dan
salah satu rahasia terbesar untuk mengaktifkan teknologi maju yang dapat
menghubungkan dimensi manusia dengan dewa. Jika orang yang salah
mempergunakannya, dunia masuk diambang kehancuran.”
“Ini maksudmu?” Ryo menundukkan
wajahnya memandang kalung yang di pegangnya sambil bertanya kepada Akina, namun
ketika masih ditengah-tengah jembatan penyeberangan tiba-tiba ada anak panah
yang hampir menusuk punggung Ryo.
“SWUUNGG” Akina langsung memeluk
Ryo dan menjatuhkan diri bersamanya menghindari anak panah tersebut “BRUKK”
“Sudah dimulai.” Akina langsung
memegang tangan Ryo dan berlari membawa Ryo menuruni tangga penyeberangan
menjauhi gedung bioskop dan menghindari serangan-serangan musuh “TAP TAP TAP
TAP TAP”.
‘Panah itu, berasal dari atas
gedung bioskop. Aku harus bersembunyi di celah-celah bangunan itu’ Akina
berpikir sambil berlari membawa Ryo masuk ke jalanan sempit menuju staasiun.
Sementara itu, Seorang wanita dan
partner kerjanya yang merupakan pelaku pemanah tadi saling berbicara diatas
gedung bioskop.
“tcih, jadi memang dia yang kau
incar ya Akina. Tapi Auranya belum matang, kira-kira kemampuan apa yang
dimiliki bocah itu ya, Maru?” Seseorang wanita dari atas gedung berbicara
sambil memakan permen lollipop.

Pemanah yang ada diatas gedung
bioskop menjawab pertanyaan wanita tadi sambil menyimpan busur panah yang
barusan digunakan. “hohoho, panahku meleset. Aku tidak bisa menebak, Reiko.
Pastinya sesuatu yang sangat penting karena Akina adalah reinkarnasi dari putri
kerajaan Mal..”
“Yayaya, aku tahu itu. Ini hanya
peringatan. Kita tunggu sampai aura anak itu matang.” Wanita tadi memotong
jawaban Maru dan mengambil HP dari sakunya menelepon seseorang.
“Halo Mako, berhenti membuntuti
mereka, ayo kita ke tempat pertemuan itu sekarang.” Sambung Reiko menelepon
temannya.
“Baiklah, aku menyusul” Mako
berhenti berjalan tepat sebelum naik jembatan penyeberangan di depan gedung
bioskop, lalu meluruskan topinya.
Setelah menghindari 3 tembakan
anak panah, akhirnya Ryo dan Akina berhasil melewati ruang terbuka dan
menerobos masuk ke jalan sempit di celah-celah bangunan yang ada 50 meter menuju
stasiun.
“uhuk uhuk” Ryo ngos-ngosan dan
kelelahan
“yosh, mereka tidak mungkin
menuruni 6 lantai gedung bioskop itu kan. Kita sudah aman, mungkin.” Akina
berkata sambil melepaskan tangan Ryo.
“itu tadi, benar-benar anak
panah? Aku hampir mati..” tanya Ryo sambil memasang muka ketakutan.
“memang anak panah, tapi itu
bukan anak panah biasa. Itu berasal dari kemampuan penciptaan pengguna Dream
Driver. Panah itu tidak akan melukai ragamu, tapi jiwamu akan melemah jika
terkena panah itu bahkan jiwamu bisa tertidur lama.” Akina menjelaskan sambil
duduk di kumpulan kotak kayu yang ada di pinggiran jalan sempit itu.
‘Hidupku yang damai sebentar lagi
akan usai, huft’ Ryo berkata dalam pikirannya.
“Baiklah, sekarang tolong
jelaskan padaku Akina, Sebenarnya ada apa denganku, siapa dirimu? Sepertinya
kau tahu sesuatu, tidak, kau tahu semuanya.” Sambung Ryo bertanya lalu duduk di
bawah, disamping tempat duduk Akina.
“huft, tentu saja aku tidak bisa menjelaskan
semuanya sekarang. Yang pasti simpan baik-baik kalung pemberian ayahmu yang
berbentuk segitiga itu. Nanti akan aku kenalkan dengan orang yang tahu juga
tentang semua ini.” Akina sedikit menjelaskan.
“oh ya, tentang Ancient key room.
Kalungmu itu adalah kunci untuk masuk ke dalam dimensi mimpi kuno. Ada 10
dimensi mimpi kuno. Salah satunya adalah milikmu, merupakan kunci untuk masuk
ke kerajaan Malkuth.” Tambahnya.
“ooh, bukankah mimpi itu hanya
bunga tidur?? Kau tidak akan bisa berbuat apa apa dengan mimpi. Itu hanya
khayalan kan?”
“Tidak, bukan seperti itu.. Ada
kemampuan manusia ketika masuk ke alam mimpi. Pertama mereka yang hanya
menikmati mimpi biasa. Kedua mereka yang dapat mengendalikan mimpi mereka
sendiri. Ketiga adalah mereka yang dapat masuk kedalam dimensi mimpi yang
merupakan dimensi ciptaan. Dan yang keempat adalah kemampuan yang memungkinkan
untuk menciptakan ruang dan waktu yang disebut Dream Room. Tentu saja Ancient
Dream Room adalah dimensi kuno ciptaan raja-raja terdahulu.
‘Sebenarnya ada level 5, tapi kau
pun tidak akan mengerti kalau aku jelaskan sekarang’ Akina berkata dalam
pikirannya
“ooh, begitu rupanya. Jadi kita
bisa menciptakan apa saja didalam Dream Room, begitukah?”
“ya, betul sekali.”
‘hehehe, dahsyat sekali kemampuan
Dream Driver. aku bisa menciptakan boneka wanita imut didalam room itu’ Ryo
berkhayal mesum.
“idih, jorok pikirannya.. ” Akina
yang tahu gelagat pikiran Ryo langsung berjalan meninggalkan Ryo menuju
stasiun.
“oi, tunggu aku Akina..” Mereka
berjalan menyusuri jalan sempit itu sampai di ujung lalu menyeberang jalan dan
langsung masuk ke stasiun Yagura.
# # #
Sementara itu, di sebuah villa
yang ada di bukit belakang kota, terdapat sebuah pertemuan penting sebuah
organisasi rahasia ((Dream Stealer)).
“Sudah lah bos, tidak usah
menunggu tim yang hobinya telat itu..”
“hey hey yo, benar bos kita mulai
saja dengan orang yang ada yoo..”
“huhuhu, aku lapar…..”
Seluruh orang dalam pertemuan
tersebut mengeluhkan kelompok ((Saru no Ichidan)) yang sampai saat ini belum
menghadiri pertemuan tersebut. Dengan kepala dingin, bos kelompok organisasi
rahasia itu hanya berkata “kalian diam dan tunggu saja”. Lalu dia mengambil
satu batang rokok dan menyalakannya dengan korek gas didepan 27 orang anggota
kelompok yang sedang duduk bersila berhadap-hadapan disepanjang dia memandang
lurus kedepan. Bos itu hanya diam menghembuskan nikmatnya asap rokok dan
sesekali menengok ke sebelah kiri memandang pemandangan dibalik jendela yang
besar itu. Ya, sebuah pemandangan kota dengan banyak gedung dan pepohonan yang
rindang, itulah kota Yagura.
“sshhhh, fiiuuuuuh. Bangunlah
Madame. Sebentar lagi kita akan mulai rapatnya.” Dengan suara yang besar, bos
itu berkata sambil mematikan sisa puntung rokoknya di asbak.
“hooooaaaam..”
“huuuh, padahal aku sedang
bermain kucing-kucingan dengan pangeranku tadi... Pasti dia sekarang sedang
mencari-cari aku..” Gadis kecil ini terbangun dan baru keluar dari sebuah room
dream.
“Aku peringatkan, kau jangan
terlalu sering mengunjungi room orang yang belum pernah kau temui. Dengan
kekuatan melihat masa depan itu, kau ini orang yang paling dicari, kau tahu !!”
Bos itu menceramahi gadis yang ada di sebelah kanannya.
“Aku tidak mau organisasi ini
hancur hanya karena kebodohanmu itu..” Sambung bos itu berkata kepada gadis
kecil yang juga adiknya itu.
“iya... maaf...” Madame berkata
sambil memasang muka cemberut.

“Sudah lah bos, itu orang yang
kita tunggu-tunggu sudah datang” Kata seorang tangan kanan bos yang duduk
disamping kiri bos. Dia mengambil beberapa dokumen dan menaruhnya di atas meja
kecil yang ada didepan bosnya.
Sementara itu, di depan pintu
villa, sudah hadir 3 anggota Saru no Ichidan, Reiko, Maru dan Maki.
“tcih, orang-orang ini terlalu
bersemangat sekali..” Reiko ingin memasuki ruangan villa melalui pintu besar
yang dijaga oleh dua orang pria berkepala botak memakai jas hitam sambil
memberikan identitasnya.
“Hei Mako, mau sampai kapan kau
bersembunyi dibalik pohon itu.. Tempatnya sudah benar disini, ayo masuk”
Sambung Reiko memasukkan kartu identitasnya dan membuka bungkus permen lollipop
lalu memakannya.
“Baiklah, ternyata memang benar
aman. Bos ada didalam.. oke..” Setelah meneropong melihat dalam gedung, Mako
keluar dari pepohonan dan meluruskan topinya.
“Hoo, mereka sudah didepan pintu
kakak”
“Yoo, Saru no Ichidan hadir!!..
maaf telat, tadi ada sedikit urusan” Reiko menyapa semua orang yang ada didalam
villa. Lalu mereka bertiga memasuki villa melewati dua penjaga pintu berbadan
kekar yang memakai jas hitam namun berkepala botak.
“Helleh, alasannya banyak, dasar
tukang telat..”
“Heyy yoo, satu jam kita menunggu
yoo..”
“Lapar…………………”
Beberapa anggota ((Dream
Stealer)) berkeluh kesah dan Reiko hanya membalas “tcih” lalu ia melihat
kembali ke belakang untuk memastikan kedua partnernya sudah masuk. Benar saja,
mereka masih berada di depan pintu karena Kartu identitasnya tertinggal di tas
Reiko.
“Dasar monyet bodoh.. (Saru =
Monyet)” Reiko lalu mengambil kedua ID card temannya dari tas hitam ditangan
kirinya dan memegangnya sambil berkata “Telephort”. Tiba-tiba kedua temannya
sudah memegang ID card-nya masing-masing. Mungkin ini salah satu kekuatan Dream
Driver yang hanya diketahui oleh organisasi rahasia tersebut. Memang kemampuan
Dream Driver memungkinkan seseorang memiliki kekuatan spiritual khusus yang
spesial dan berbeda-beda setiap orangnya.
“hmmmh, oke, ini aman..
Terimakasih partner..” Mako dengan
hati-hatinya menunjukkan ID Card-nya ke penjaga pintu. Lalu Mako dan Maru
masuk, namun ketika sudah melewati Reiko, Reiko terlihat aneh. Dia ternganga
seperti gembira dan meneteskan air mata masih memandangi pintu.
“waaaah, wonderfull… unique,
eksotik.. Lolipop indah dan itu.. colourless..” Pemikiran aneh Reiko muncul,
seorang pecinta lollipop yang membangga-banggakan kepala botak si penjaga pintu
yang kinclong terpantul sinar matahari.
“HUH!!” Tiba tiba kedua penjaga pintu
menengok ke belakang kearah Reiko dengan muka sangar dan terkesan memprotes.
“Dasar maniak lebay, cepatlah
Reikoo.. Ayo kita cepat selesaikan rapat ini, aku sudah lapar dari tadi..” salah satu anggota wanita ((usagi no
ichidan)) mengeluhkan tingkah laku Reiko.
Reiko pun langsung berbalik dan
melangkah menuju tempat duduknya yang ada di dekat Madame De Marseille sambil mengusap air mata kebahagiaannya.
Sementara itu, tangan kanan bos yang duduk di sebelah kiri bos membisikkan
sesuatu tentang informasi kemunculan “The Legendary Swordsman” yang
membahayakan eksistensi pengguna Dream Driver. Sang bos pun kaget. Matanya
melotot penuh dengan kemarahan, dia geram.
“Baiklah, sebenarnya bahasan hari
ini adalah tentang proyek besar kita untuk menaklukkan 10 ancient Dream Room”
Bos ini mengutarakan agenda rapatnya dengan serius. Terlihat kedua siku-nya
berpangku di atas meja. Di depan mukanya, kedua tangannya saling mengepal, dia berpikir
keras.
“Sampai saat ini, organisasi ini
telah mengantongi banyak key room penting dan tentunya 4 Key ADR (Ancient Dream
Room) yang lebih penting. Chesed, Gevurah, Hod dan Yesod. Kabarnya Reiko sedang mengincar key Malkuth,
benar kan Reiko?” Sambung bos itu menanyai Reiko.
“Yup” Jawab Reiko.
“Bos, bukankah sudah cukup dengan
banyak room penting seperti deep room, resort room, play room. Itu semua sudah
cukup untuk membuat kita sejahtera menjalankan bisnis kita” Salah satu anggota
Dream Stealer bertanya.
“Iya bos betul, untuk apa kita
mencuri kunci-kunci room yang sulit untuk didapatkan itu?” Sambung anggota yang
lain.
“………….” Bos terdiam sejenak.
“Kalian tahu? kalian itu bodoh.”
Jawab bos itu dengan nada datar.
“Dengan uang kalian merasa bisa
mendapatkan segalanya, hah? APAKAH DENGAN UANG KALIAN BISA MENGHIDUPKAN ORANG
MATI??”
“Memang benar bisnis kalian
lancar, kalian bisa makan enak, berlibur kemanapun yang kalian suka. Lalu
setelah itu semua berakhir, kalian mati meninggalkan teman-teman kalian,
keluarga kalian, semua orang yang kalian cintai. Dan perasaan itu hanya tertinggal
dalam jiwa kalian yang menangis, begitu??”
“BRRUAAKK” Suara gebrakkan meja
membuat seluruh anggota terdiam sejenak.
“THAT’S FOOL……”
“Katakanlah yang kau cari adalah
kebahagiaan yang abadi. Ya, KEABADIAN!!”
“Dibalik 10 ADR itu adalah
KEABADIAN. Rahasia besar dibalik penciptaan besar sang dewa, yang menciptakan
bumi dan langit juga jiwa yang ada di tubuh kita ini.”
“hah, benarkah itu?? Benarkah
seperti itu?” beberapa anggota saling berbisik terkesan seperti kaget mendengar
informasi ini.
“HAHAHAHA… dan sekarang… mulai
saat ini … rahasia keabadian itu akan terungkap!!”
# # #
Lalu, disebuah kerajaan dalam
salah satu ADR (Ancient Dream Room) telah mensinyalir tanda-tanda munculnya
“The Legendary Swordsman”.
“Ayaaah.. ayah.. tadi aku lihat
((Judgement Eye)) yang ada dilangit bergerak-gerak.” Seorang gadis anak seorang
raja berlari ke ruangan ayahnya dan menceritakan keadaan “Judgement Eye” kepada
ayahnya. Ia juga merupakan salah satu dari tiga peramal yang dimiliki kerajaan
tersebut.
“Judgement Eye, ia akan
melenyapkan keadaan abnormal didalam ADR dengan mengeluarkan cahaya yang
destruktif dari bola matanya. Tetapi jika matanya bergerak-gerak tandanya ia
gelisah. Ini pertanda bahwa dewa juga sedang gelisah.” Seorang raja
menjelaskannya sambil berdiri memandang lukisan-lukisan kuno yang ada
diruangannya.
“Itu mengerikan sekali, matanya
seperti mau keluar..” gadis tadi merinding ketakutan.
“Ya, ini pertanda kemunculan “The
Legendary Swordsman” yang selama ini dimusuhi oleh seluruh pengguna Dream
Driver. Dahulu sekali pernah ada seorang pahlawan yang menyelamatkan kerajaan
ini dari serangan monster tersebut. “Jugdement Eye” pun tidak sanggup
melenyapkannya. Entah bagaimana caranya ia membuat monster itu lenyap dan
menghilang.”
Sang Raja menceritakan semua
tentang The Legendary Swordsman dan pahlawan yang menyelamatkan kerajaannya.
Pahlawan tersebut adalah sang petualang yang mampir ke kerajaan tersebut dengan
masuk melalui dungeon room. Itu artinya ia telah menaklukkan dungeon yang ada
di room sebelumnya yang menuntunnya masuk ke kerajaan ini. Namun raja tersebut
belum tahu mengenai penaklukkan ADR dan rahasia dibalik semua ADR tersebut,
karena dungeon room adalah tempat yang dilarang dimasuki oleh siapapun di
kerajaan tersebut.
Sambil melihat lukisan
bangunan kuno yang bertuliskan kode-kode aneh, raja tersebut berkata dalam
pikirannya. ‘Hmm, sudah seberapa besar kau tumbuh disana, anakku?’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar